Pernahkah kalian mendengar tentang beras hitam? Banyak orang beranggapan bahwa beras hitam dan ketan hitam adalah jenis beras yang sama, Meskipun sama-sama berwarna hitam dan berasal dari keluarga beras yang sama yaitu (Oryza Sativa) namun kedua jenis beras ini sangat berbeda. Beras hitam disebut juga dengan “forbidden rice” , “purple rice”, atau “emperor rice” .

Warna hitam keunguan pada beras didapat dari pigmen yang disebut anthocyanin, yang memiliki sifat antioksidan kuat. Pada sejaha kuno Tiongkok, beras hitam dianggap sangat unik dan bergizi sehingga dilarang untuk semua orang kecuali bangsawan oleh karena itu beras ini mendapat julukan emperor rice. Julukan forbidden rice juga didapat karena alasan yang sama dengan julukan emperor rice yaitu beras ini dilarang ditanam dan dikonsumsi oleh orang-orang biasa atau yang bukan merupakan golongan bangsawan.

Kandungan gizi beras hitam

Paparan gizi yang terdapat pada beras hitam bisa berbeda sesuai dengan produsen beras tersebut, berikut ini adalah kandungan gizi pada setiap 50 gram beras hitam yang diproduksi oleh Sirtanio.id.

Informasi nilai gizi beras hitam produksi Sirtanio.id

Dalam 50 gram beras hitam yang diproduksi Sirtanio.id terdapat 175 kalori, 3 gram lemak total, 6 gram protein, 31 karbohidrat, dan banyak vitamin lainnya. Beras hitam merupakan sumber yang baik dari beberapa nutrisi, terutama protein, serat, dan zat besi. Jika dibandingkan dengan jenis beras lain beras hitam adalah salah satu yang paling tinggi proteinnya. Beras hitam juga erupakan sumber zat besi yang baik dan mineral yang penting untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Berikut ini adalah manfaat dan kegunaan beras hitam :

1. Kaya akan antioksidan

Selain menjadi sumber protein, serat, dan zat besi yang baik, beras hitam juga mengandung beberapa antioksidan. Antioksidan adalah senyawa yang melindungi sel tubuh dari stres oksidatif yang disebabkan oleh molekul yang dikenal sebagai radikal bebas.

Meskipun tidak sepopuler beras lainnya penelitian menunjukkan bahwa beras hitam memiliki kapasitas dan aktivitas antioksidan tertinggi. Selain itu beras hitam juga mengandung lebih dari 23 senyawa tanaman dengan sifat antioksidan, termasuk beberapa jenis flavonoid dan karotenoid.

2. Mengandung senyawa tanaman anthocyanin

Antosianin adalah sekelompok pigmen tumbuhan flavonoid yang menyumbang warna ungu pada beras hitam. Penelitian menunjukkan bahwa anthocyanin memiliki efek anti-inflamasi, antioksidan, dan antikanker yang kuat. Makanan yang mengandung antosianin yang tinggi dapat membantu melindungi dari beberapa penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, obesitas, dan beberapa bentuk kanker

3. Dapat meningkatkan kesehatan jantung

Dengan banyaknya antioksidan yang dimiliki oleh beras hitam membutikan bahwa beras hitam dengan antioksidannya mampu membantu melindungi jantung agar tidak mudah terserang penyakit. Salah satu kandungan lainnya dalam beras hitam yang dapat menurunkan risiko terjangkit penyakit jantung adalah flavonoid. Selain itu anthocyanin pada beras hitam telah diteliti mampu meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida.

Sebuah penelitian yang dilakukan kepada 120 orang dewasa yang memiliki kadar kolestrol tinggi menemukan bahwa mengonsumsi dua kapsul antosianin 80 mg per hari selama 12 minggu menghasilkan peningkatan kadar kolesterol HDL (baik) secara signifikan dan secara signifikan mengurangi kadar kolesterol LDL (buruk).

4. Dipercaya memiliki sifat antikanker

Antosianin dari beras hitam mungkin juga memiliki sifat antikanker yang kuat. Sebuah penelitian menemukan bahwa masyarakat yang mengonsumsi makanan kaya antosianin yang lebih tinggi memiliki risiko kanker kolorektal yang lebih rendah. Sebuah penelitian lain menemukan bahwa anthocyanin dari beras hitam mengurangi jumlah sel kanker payudara manusia, serta memperlambat pertumbuhan dan kemampuannya untuk menyebar

5. Membuat mata menjadi lebih sehat

Penelitian menunjukkan bahwa beras hitam mengandung lutein dan zeaxanthin dalam jumlah tinggi — dua jenis karotenoid yang berhubungan dengan kesehatan mata. Senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan untuk membantu melindungi mata dari radikal bebas yang berpotensi merusak mata. Secara khusus, lutein dan zeaxanthin telah terbukti membantu melindungi retina dengan menyaring gelombang cahaya biru yang berbahaya. Antioksidan dalam beras hitam juga memegang peran penting dalam terhadap degenerasi makula terkait usia (AMD), yang merupakan penyebab utama kebutaan di seluruh dunia. Antioksidan juga dapat menurunkan risiko katarak dan retinopati diabetik.

6. Bebas gluten

Gluten adalah sejenis protein yang ditemukan dalam biji-bijian sereal, seperti gandum, barley, dan gandum hitam. Orang yang memiliki penyakit celiac menghindari gluten, karena memicu respons imun dalam tubuh yang merusak usus kecil. Gluten juga dapat menyebabkan efek samping gastrointestinal negatif, seperti kembung dan sakit perut, pada individu dengan sensitivitas gluten.

7. Membantu menurunkan berat badan

Beras hitam adalah sumber protein dan serat yang baik, keduanya dapat membantu menurunkan berat badan dengan mengurangi nafsu makan dan meningkatkan rasa kenyang. Antosianin seperti yang ditemukan dalam beras hitam dapat membantu mengurangi berat badan dan persentase lemak tubuh. Hal ini telah dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan dalam 40 wanita yang kelebihan berat badan selama 6 minggu. Mereka yang makan campuran beras merah dan hitam hingga 3 kali per hari dengan diet rendah kalori kehilangan lebih banyak berat badan dan lemak tubuh secara signifikan daripada mereka yang makan nasi putih.

8. Mencegah Risiko Diabetes

Penelitian menunjukkan bahwa makan nasi hitam dan makanan lain yang mengandung antosianin dapat membantu mengurangi kadar gula darah pada mereka yang menderita diabetes tipe 2.

Meskipun tidak sepopuler jenis beras lainnya, manfaat yang ditawarkan beras hitam tidak kalah berkhasiat. Dalam mengonsumsi beras hitam tetap imbangi dengan asupan makanan bergizi lainnya. Semoga bermanfaat.