SirtanioBeli sekarang

MPASI

Beras Merah untuk MPASI: Tekstur, Takaran, dan Cara Masaknya

Redaksi Sirtanio7 menit baca

Semangkuk beras merah organik mentah di atas talenan kayu, dengan kemasan Seblang Banyuwangi di belakangnya
Isi artikel
  1. Singkatnya
  2. Kenapa beras merah butuh perlakuan beda dari beras putih
  3. Takaran air, dari yang paling halus ke yang paling kasar
  4. Cara tahu teksturnya sudah pas
  5. Cara masaknya, langkah per langkah
  6. Kalau mau pakai tepung beras merah
  7. Alat yang kepakai, dan yang nggak perlu dibeli
  8. Masak sekali, simpan buat beberapa hari
  9. Beras merahnya sendiri
  10. Pertanyaan yang sering muncul

Yang paling bikin bingung waktu pertama kali masak beras merah buat MPASI biasanya bukan berasnya, tapi teksturnya. Terlalu encer, nggak ada isinya. Terlalu kental, susah ditelan. Dan takaran air yang dipakai orang di internet beda-beda semua.

Artikel ini menjawab tiga hal itu: tekstur, takaran air, dan cara masaknya.

Soal umur berapa beras merah boleh mulai dikenalkan, urutan bahan MPASI-nya, dan porsinya buat bayi kamu, itu ranah dokter atau bidan yang memeriksa anak kamu langsung. Ikuti anjuran mereka.

Singkatnya

  • Bedanya bubur MPASI dari nasi biasa cuma jumlah air dan lama masaknya. Sisanya sama.
  • Patokan kasar: 1 bagian beras : 8 bagian air buat bubur saring, dan turun ke 1 : 4 waktu teksturnya sudah boleh lebih kasar.
  • Beras merah butuh air lebih banyak dan waktu masak lebih lama daripada beras putih, karena lapisan luar butirnya masih utuh.
  • Merendam berasnya 30 menit bikin masaknya lebih cepat dan hasilnya lebih rata. Buat MPASI ini ngebantu banget, walaupun bukan keharusan.
  • Masak sekali buat beberapa porsi, lalu bagi ke wadah kecil per porsi sebelum disimpan di kulkas atau dibekukan.

Kenapa beras merah butuh perlakuan beda dari beras putih

Beras putih sudah digiling sampai lapisan luarnya lepas, jadi butirnya cepat lunak begitu kena air panas.

Beras merah masih bawa lapisan itu, dan lapisan itu agak tahan air. Airnya butuh waktu lebih lama buat masuk sampai ke tengah butir. Makanya buburnya perlu air lebih banyak dan waktu masak lebih panjang, bukan karena berasnya lebih keras sifatnya, tapi karena airnya belum sempat masuk.

Lapisan yang sama itu juga yang bikin beras merah punya serat dan folat lebih banyak daripada beras yang sudah digiling habis. Kalau kamu mau tahu lebih jauh soal apa itu folat dan kenapa badan butuh, sudah kami bahas di artikel indeks glikemik.

Takaran air, dari yang paling halus ke yang paling kasar

Ini patokan awal buat dicoba, bukan rumus mati. Rice cooker, panci, dan seberapa lama kamu masak semuanya ikut ngubah hasilnya.

Tekstur Beras : air Kira-kira jadinya
Bubur saring, paling halus 1 : 10 Encer, gampang lewat saringan
Bubur halus 1 : 8 Masih lembut, sudah ada isinya
Bubur kasar 1 : 6 Butirnya mulai kerasa
Nasi lembek 1 : 4 Bentuk butirnya masih utuh, tapi empuk

Cara bacanya: kalau kamu pakai 2 sendok makan beras merah dengan patokan 1 : 8, airnya 16 sendok makan.

Kalau kamu baru pertama kali bikin buburnya, ambil takaran yang paling halus dulu, lalu turunkan airnya pelan-pelan seiring anak kamu makin terbiasa. Kapan teksturnya boleh naik ke yang lebih kasar, itu yang ditanyakan ke dokter atau bidan, bukan ke tabel ini.

Cara tahu teksturnya sudah pas

Angka perbandingan di tabel itu titik mulai. Yang menentukan tetap apa yang kamu lihat di sendok.

Buat tekstur paling halus, buburnya harus jatuh dari sendok dalam satu aliran yang nyambung, bukan menetes putus-putus dan bukan meluncur seperti air. Kalau menetes putus-putus artinya kekentalan, tambahin air panas sedikit. Kalau meluncur cepat artinya terlalu encer, masak lagi beberapa menit tanpa tutup supaya sebagian airnya menguap.

Buat tekstur yang lebih kasar, tekan sedikit buburnya di antara dua jari setelah dingin. Butirnya harus hancur tanpa perlu ditekan keras. Kalau masih ada inti yang kerasa keras di tengah butirnya, itu tandanya waktu masaknya kurang lama, bukan airnya kurang banyak.

Ukur teksturnya setelah buburnya agak dingin, bukan waktu masih panas mengepul. Bubur beras merah mengental lagi sambil dingin, jadi yang kelihatan pas di panci sering jadi kekentalan di mangkuk.

Cara masaknya, langkah per langkah

  1. Bilas berasnya dua kali, jangan dikucek. Aduk pelan pakai tangan sambil airnya dibuang, ganti air, lalu ulangi sekali lagi.
  2. Rendam berasnya sekitar 30 menit. Buat MPASI ini paling ngebantu, soalnya air mulai masuk duluan, jadi waktu masaknya lebih pendek dan buburnya lebih rata. Buang air rendamannya, lalu pakai air baru buat masak.
  3. Masukkan beras dan air sesuai takaran di tabel tadi ke dalam panci.
  4. Masak dengan api kecil sambil sesekali diaduk, kira-kira 30 sampai 40 menit, sampai butirnya pecah dan campurannya mengental.
  5. Saring kalau perlu. Buat tekstur paling halus, tekan buburnya lewat saringan kawat pakai punggung sendok.

Kalau airnya keburu habis tapi buburnya masih kasar, tambahin air panas sedikit demi sedikit dan lanjutkan masaknya. Air panas, bukan air dingin, biar masaknya nggak berhenti di tengah jalan.

Satu resep buat tekstur paling halus, dengan takaran pasti dan tiga cara masak, ada di artikel resep bubur beras merah MPASI.

Kalau mau pakai tepung beras merah

Beras merah bisa disangrai sebentar tanpa minyak sampai kering, lalu diblender atau ditumbuk sampai halus, dan disimpan dalam wadah tertutup rapat.

Masaknya lebih cepat: campur tepungnya dengan air dingin dulu sampai larut rata, baru dipanaskan sambil terus diaduk supaya nggak menggumpal. Kalau tepung langsung disiram air panas, gumpalannya susah dipecah lagi.

Patokan awalnya kira-kira 1 sendok makan tepung : 8 sendok makan air, lalu disesuaikan.

Bikin tepung dalam jumlah kecil aja, secukupnya buat seminggu. Beras merah yang sudah jadi tepung lebih cepat berubah aroma daripada beras utuh, karena lapisan luarnya yang berminyak sudah pecah dan kena udara.

Alat yang kepakai, dan yang nggak perlu dibeli

Nggak ada alat khusus yang wajib. Yang paling sering dipakai cuma tiga.

Panci kecil bertutup lebih enak dipakai daripada panci besar, soalnya bubur dalam jumlah sedikit di panci lebar lebih cepat kering di pinggirannya.

Saringan kawat buat tekstur paling halus. Bubur ditekan lewat saringan pakai punggung sendok. Ini yang paling banyak dipakai orang, dan hasilnya lebih halus daripada diblender karena kulit butir yang masih kasar tertinggal di saringan.

Blender atau food processor bisa dipakai buat jumlah yang lebih banyak. Blender kecil biasanya butuh sedikit tambahan air supaya pisaunya bisa muter, jadi buburnya jadi lebih encer daripada yang kamu rencanakan. Masak sedikit lebih kental dari target kalau mau diblender.

Rice cooker juga bisa dipakai buat bubur, cuma perbandingan airnya yang jauh lebih banyak bikin sebagian rice cooker meluber. Kalau mau dipakai, isi pancinya jangan lebih dari separuh.

Masak sekali, simpan buat beberapa hari

Masak sepanci lalu dibagi per porsi itu cara paling umum, dan nggak ada salahnya.

Dinginkan buburnya dulu sampai suhu ruang, lalu bagi ke wadah kecil satu porsi sekali makan. Simpan di kulkas buat pemakaian dalam waktu dekat, atau dibekukan kalau mau lebih lama. Panaskan yang mau dipakai aja, sekali panas, jangan dipanaskan berulang kali.

Kalau setelah dibekukan buburnya jadi terlalu kental, tambahin sedikit air panas waktu dipanaskan lalu aduk sampai teksturnya balik.

Beras merahnya sendiri

Yang dipakai buat MPASI sebaiknya beras yang kamu tahu asalnya dan cara tanamnya. Beras merah organik Sirtanio ditanam 205 petani mitra di Banyuwangi tanpa pestisida kimia, dan hasil panennya diuji di laboratorium buat memastikan nggak ada residu kimia yang tertinggal.

Teksturnya juga pulen, jadi buburnya lebih gampang jadi lembut.

Simpan berasnya di wadah tertutup rapat, jauh dari kompor dan dari tempat yang kena matahari langsung. Beras merah yang kelamaan kebuka lebih cepat berubah aromanya daripada beras putih, lagi-lagi karena lapisan luarnya yang berminyak itu.

Pertanyaan yang sering muncul

Beras merahnya perlu dicampur beras putih nggak?

Boleh, dan banyak yang melakukannya supaya teksturnya lebih lembut. Campurannya dimasak barengan, dan takaran airnya ikut yang beras merah, jadi tetap yang lebih banyak. Soal komposisinya, tanyakan ke dokter atau bidan yang memeriksa anak kamu.

Buburnya kenapa berubah warna jadi lebih gelap setelah dingin?

Wajar. Warna dari lapisan luar beras merah keluar waktu dimasak dan makin kelihatan pas buburnya mengental dan dingin. Bukan tanda basi. Yang jadi patokan basi itu aromanya dan rasanya yang berubah asam.

Kalau nggak sempat merendam gimana?

Tetap bisa dimasak, cuma waktunya lebih lama dan mungkin perlu tambahan air di tengah jalan. Merendam itu memangkas waktu, bukan syarat.

Beras merahnya keras banget waktu dimasak biasa, itu kenapa?

Hampir selalu soal air dan waktu masak, bukan soal berasnya. Penyebab dan cara memperbaikinya ada di artikel kenapa beras merah sering keras.