SirtanioBeli sekarang

Insight

Ketahanan Pangan Dimulai dari Siapa yang Menanam

Redaksi Sirtanio3 menit baca

Petani memanen padi di sawah Banyuwangi, memikul ikatan padi ke arah mesin perontok, dengan pegunungan terlihat di kejauhan
Isi artikel
  1. Kenapa petani berhenti
  2. Yang kami kerjakan supaya petaninya bertahan
  3. Angkanya hari ini
  4. Kenapa ini soal ketahanan pangan, bukan soal satu perusahaan

Beras organik bersertifikat tidak bisa dibeli dari sembarang petani. Ia hanya bisa ditanam, oleh petani yang lahannya sudah melewati masa konversi, catatannya bisa ditelusuri, dan bersedia bertani dengan cara lebih repot yang panennya lebih sedikit. Kalau petani seperti itu berhenti, tidak ada gudang yang bisa menggantikannya.

Itu sebabnya ketahanan pangan, bagi kami, bukan soal stok. Ia soal siapa yang masih mau menanam tahun depan.

Kenapa petani berhenti

Bertani organik itu pekerjaan yang lebih repot. Tanpa pestisida kimia, hama diurus dengan cara yang makan waktu lebih banyak, penyiangan lebih sering, dan hasil per hektarnya tidak sebesar padi konvensional. Sebelum lahannya bersertifikat, ada masa konversi dua tahun ketika cara tanamnya sudah organik tetapi panennya belum boleh dijual sebagai organik.

Petani tidak akan memilih cara ini kalau berasnya berakhir dihargai sama dengan beras biasa, atau kalau tidak ada yang pasti membeli panennya. Dan itu persis dua hal yang membuat petani berhenti: harga yang tidak menutup kerja tambahannya, dan pasar yang tidak pasti setiap musim.

Motto yang kami pakai sejak masih berupa kelompok tani, Menyejahterakan Petani, Menyehatkan Dunia, urutannya bukan kebetulan. Petani lebih dulu, karena tanpa petani tidak ada yang bisa disehatkan.

Yang kami kerjakan supaya petaninya bertahan

Benihnya kami urus sendiri. Standar organik mensyaratkan benih organik lebih dulu, dan petani yang harus mencari benih itu sendiri sering berhenti di langkah pertama.

Lahannya kami dampingi, termasuk selama masa konversi. Sejak 2006 Sirtanio menjadi pusat pelatihan pertanian organik, dan petani yang baru bergabung didampingi lahannya sampai memenuhi syarat sertifikasi. Pusat pelatihan ini sering dibaca sebagai kegiatan sosial di samping usaha utama. Sebenarnya ini cara kami menambah pasokan: menambah petani organik lebih masuk akal daripada memperebutkan petani organik yang sudah ada.

Gabahnya kami serap. Kami membeli hasil panen petani mitra langsung, bukan lewat tengkulak, lalu menggilingnya di pabrik kami sendiri di Dusun Rumping, Singojuruh. Kepastian bahwa panennya punya pembeli adalah alasan kelompok ini berdiri pada 1997, dan masih alasan yang sama hari ini.

Pasarnya kami jaga. Beras Organik Seblang Banyuwangi ada di 1.304 titik penjualan di 27 kota, dengan kapasitas giling 100 ton sebulan. Angka itu penting bukan sebagai angka penjualan, tetapi karena artinya panen petani mitra punya tempat yang pasti setiap musim.

Angkanya hari ini

Petani mitra 205
Kecamatan 13
Luas lahan bersertifikat 176 hektar
Pusat pelatihan pertanian organik sejak 2006
Titik penjualan 1.304 outlet di 27 kota

Dari lahan itu keluar lima jenis beras, dengan beras merah sekitar 70% dari panen setahun. Rantainya, dari sawah sampai rak, ada di artikel perjalanan beras organik kami, dan apa yang diperiksa lembaga sertifikasi di sawah petani mitra kami setiap tahun ada di artikel soal sertifikasi.

Kenapa ini soal ketahanan pangan, bukan soal satu perusahaan

Beras organik bersertifikat di pasar Indonesia jumlahnya kecil dibanding beras biasa, dan jumlah itu dibatasi oleh satu hal: berapa petani yang mau dan mampu menanamnya. Bukan oleh permintaan, dan bukan oleh gudang.

Setiap petani yang berhenti bertani organik mengurangi pasokan itu, dan setiap petani baru yang didampingi sampai lahannya bersertifikat menambahnya. Pusat pelatihan sejak 2006 dan pendampingan masa konversi adalah cara kami menambah, bukan sekadar mempertahankan. Sejarahnya, dari kelompok tani pada 1997 sampai bentuk yang sekarang, ada di artikel sejarah Sirtanio.

Yang kami bisa buktikan, kami buktikan: lahannya bersertifikat SNI Organik, hasil panennya diuji bebas residu di laboratorium, dan nomornya tercantum di halaman produk. Profil petani mitra kami, dan bagaimana pendampingan lahannya berjalan, ada di halaman Petani Kami. Kelima jenis berasnya ada di halaman produk.