SirtanioBeli sekarang

Mereka bukan pemasok kami.

Beras Sirtanio ditanam 205 petani mitra di 13 kecamatan Banyuwangi, di lahan seluas 176 hektar. Kami tidak membeli gabah dari tengkulak lalu menempelkan merek di atasnya — merekalah tulang punggung dari setiap butir beras yang kami hasilkan.

Petani mitra
205
Kecamatan
13
Luas lahan
176 hektar
Sejak
1997
Sekelompok petani mitra Sirtanio memanen padi di sawah Banyuwangi pada pagi hari, dengan pegunungan di kejauhan.
Panen di Banyuwangi, April 2024. Foto arsip Sirtanio.

Bertani organik itu pekerjaan yang lebih repot.

Tanpa pestisida kimia, hama diurus dengan cara yang makan waktu lebih banyak, dan hasil per hektarnya tidak sebesar padi konvensional. Petani tidak akan memilih cara ini kalau berasnya berakhir dihargai sama.

Karena itu bagian kami bukan cuma membeli. Sejak 2006 Sirtanio menjadi pusat pelatihan pertanian organik, benihnya kami urus sendiri, dan gabahnya kami serap — lalu digiling dan dikemas di pabrik kami di Dusun Rumping, Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, bukan dititipkan ke penggilingan orang lain.

Yang bisa dibuktikan, kami buktikan.

Lahannya bersertifikat SNI Organik, dan kelima jenis berasnya diuji bebas residu kimia di laboratorium PT Maxzer. Nomor registrasi sertifikatnya tercetak di kemasan, jadi siapa pun bisa mencocokkan sendiri tanpa perlu percaya pada kalimat di halaman ini.

Kapasitas giling kami 100 ton sebulan, dan berasnya sampai ke 1.304 titik penjualan di 27 kota. Angka itu penting karena artinya panen petani mitra punya tempat yang pasti setiap musim.

Riwayat lengkap Sirtanio sejak 1997 →

Dua petani mitra Sirtanio memasukkan padi hasil panen ke dalam karung besar di tengah sawah.
Mengarungi gabah setelah perontokan, April 2024.

Menyejahterakan Petani, Menyehatkan Dunia.

Mottonya sudah dipakai sejak Sirtanio masih berupa kelompok tani, dan urutannya bukan kebetulan: petani lebih dulu.